Senin 8 Juni 2026 - 18:31
Pelajaran Akhlak | Pemimpin Revolusi Syahid: Mengingat Kefanaan Dunia Membebaskan Manusia dari Keterikatan Berlebihan

Hawzah/ Pemimpin Revolusi Syahid, dengan merujuk pada hadis «لِدْ لِلْمَوْتِ وَاجْمَعْ لِلْفَنَاءِ وَابْنِ لِلْخَرَابِ» ("Lahirkanlah untuk kematian, kumpulkanlah untuk kefanaan, dan bangunlah untuk kehancuran"), menegaskan bahwa segala sesuatu yang dikumpulkan manusia di dunia pada akhirnya akan lenyap. Menurut beliau, perhatian terhadap kenyataan ini dapat mengurangi keterikatan duniawi dan mengingatkan manusia akan akhir dari setiap urusan sejak awal memulainya.

Berita Hawzah – Ayatullah Syahid Imam Khamenei (semoga Allah menyucikan ruh sucinya), pada awal pelajaran fikih tingkat tinggi (dars kharij) yang beliau sampaikan, pernah menjelaskan sebuah hadis akhlak. Tema "Di dunia ini tidak ada sesuatu yang kekal" merupakan penjelasan atas sebuah hadis akhlak dari Nabi Muhammad Mustafa saww. Berikut adalah teks penjelasan beliau:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Dalam kitab Al-Kafi, diriwayatkan dari Imam Muhammad al-Baqir as:

"Setiap hari ada seorang penyeru yang berseru: Wahai anak Adam! Lahirkanlah untuk kematian." (1)

Sebuah kenyataan yang sangat jelas, namun sering kali akal dan pikiran manusia lalai darinya; yaitu bahwa setiap kelahiran pada akhirnya menuju kefanaan dan kemusnahan.

"Dan kumpulkanlah untuk kefanaan."

Kumpulkanlah harta, uang, benda-benda, buku-buku, sarana kehidupan yang diinginkan dari sisi materi, kekuasaan, dan apa saja yang lain. Bersusah payahlah mengumpulkannya, namun semuanya itu dikumpulkan untuk musnah.

Semua itu pada akhirnya akan hilang.

Apa pun yang kita kumpulkan akan binasa. Untuk beberapa waktu ia menjadi tamu kita, atau mungkin kita yang menjadi tamunya. Terkadang benda itu masih ada sementara kita yang pergi. Namun setelah itu, ia pun akan pergi dan lenyap.

"Dan bangunlah untuk kehancuran."

Bangunlah sesuatu yang pada akhirnya akan rusak dan hancur.

Semua ini merupakan pengingat bagi kita tentang hakikat dunia ini; dunia kefanaan dan dunia materi, di mana segala sesuatu datang dan pergi. Tidak ada satu pun yang memiliki keabadian.

Manusia hendaknya memperhatikan dan memahami kenyataan ini. Hendaknya ia mengingat akhir dari suatu urusan ketika memulai urusan tersebut.

Ini adalah pelajaran yang harus kita ambil. Kesadaran ini akan mengurangi berbagai keterikatan; baik keterikatan terhadap benda-benda dan segala sesuatu yang menjadi milik kita, maupun keterikatan terhadap diri kita sendiri.

Catatan:

(1) Asy-Syafi, hlm. 876.

Tonton Video Lengkapnya:

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha